Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
 Slot Kosong
 Slot Kosong
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Gabrielle Martinelli digadang-gadang sebagai wonderkid cetakan Arsenal berikutnya. Namun bagaimana pemain berumur 18 tahun tersebut bisa menembus skuat inti di saat duet Alexandre Lacazette serta Pierre-Emerick Aubameyang sedang tajam?

Pemandu bakat The Gunners melancong jauh ke Sao Paolo, Brasil, untuk bisa mendeteksi pria Guarulhos tersebut. Pemain yang bermain sebagai winger tersebut sebelumnya memperkuat tim Serie D Brasil bernama Ituano.

Ia baru menembus tim senior pada musim 2018-2019 lalu dan langsung mencatatkan 17 penampilan. Ia juga berhasil mencetak enam gol dan langsung membuat tim pemandu bakat The Gunners kepincut untuk membawanya berkiprah di Inggris.

Sang pelatih, Unai Emery, tampaknya bisa mencium bakat Martinelli dan langsung membawanya serta dalam skuat untuk tur pramusim di Amerika Serikat. Diyakini, Martinelli akan diturunkan oleh Emery untuk tampikl di salah satu laga uji coba The Gunners.

Masa pramusim inilah yang kemudian bisa dijadikan momen bagi Martinelli untuk mencuri hati pelatih asal Spanyol itu. Lalu bagaimana cara pengagum Cristiano Ronaldo tersebut tampak bersinar di antara wonderkid The Gunners lainnya?

Football.london meruntutkan tiga hal yang harus dilakukan oleh Martinelli di masa pramusim bersama Arsenal. Tiga hal ini diyakini bisa membuatnya terlihat lebih menonjol dari sejumlah wonderkid lain yang dibawa Emery.

Tunjukkan Kepercayaan Diri

Permasalahan pemain muda pada umumnya adalah kepercayaan diri. Di ruang ganti selalu ada pemain-pemain bintang yang membuat mereka mereka merasa inferior. Martinelli wajib menghapus kesan ini agar performanya tidak tertahan.

Toh, remaja tersebut pernah mengatakan bahwa role model-nya adalah salah satu pemain terbaik di dunia saat ini, Cristiano Ronaldo. Klaim sepihak itu sendiri diyakini telah memenangkan hati para penggemar The Gunners yang sedang menantikan aksinya.

Emery sendiri terkenal tak takut untuk memainkan pemain muda tidak perduli seperti apa latar belakangnya. Musim lalu, ia memainkan Matteo Guendouzi secara reguler meskipun sebelumnya gelandang tersebut berasal dari klub divisi dua Prancis, Lorient.

Memberikan Kesan Positif di Sayap

Unai Emery mendambakan pemain sayap yang efektif. Sayangnya, Denis Suarez yang diboyong dari Barcelona pada bursa transfer musim dingin lalu dengan status pinjaman gagal memberikan kesan positif kepada Emery.

Martinelli bisa menunjukkan bahwa dirinya pantas untuk menjadi pilihan Emery di posisi tersebut. Kemampuannya saat berlari dengan bola, visi serta teknik yang apik berkat asahan bermain futsal, sang remaja itu seharusnya bisa memberikan jawaban untuk Emery.

Satu tempat bisa ia perebutkan dengan Alex Iwobi. Pemain asal Nigeria tersebut adalah pemain reguler Arsenal di musim 2018-2019 lalu. Tapi karena performanya yang inkonsisten, ia kerap didudukkan di bangku cadangan.

Biarkan Tekniknya Bersinar

Seperti kebanyakan pemain muda Brasil lainnya, Martinelli belajar bermain sepak bola dalam bentuk futsal. Permainan tersebut telah mengasah kemampuan tekniknya.

Martinelli memiliki catatan yang bagus dengan mencetak 10 gol dari 34 penampilannya di semua kopetisi bersama Ituano. Dia terpilih sebagai pendatang baru terbaik di Brasil dan masuk dalam Team of the Year ajang Campeonato Paulista.

Dalam tim penuh pemain bertalenta, Martinelli harus menunjukkan bahwa dirinya pantas mengisi skuat utama. Dan sekarang bukanlah saatnya teknik yang dimilikinya terlihat mengecewakan. Tur Amerika ini memberinya kesempatan untuk membuktikan diri. Martinelli hanya perlu menunjukkannya saja.

No comments yet... Be the first to leave a reply!